Jumat, 29 Juli 2016

Ngintip Cewek Mandi Terbuka

"Tak sengaja ngintip penyiar radio cantik."

Saat remaja seringkali harus mengambil air ke pemandian umum yang terbuka, tanpa dinding sehelai kain pun. Letaknya di sumber air alam dekat pesawahan. Ini terjadi saat kemarau panjang.


Suatu hari, siang-siang aku pergi ke pemandian itu agar tidak ada orang lain. Orang-orang biasanya antri di sore hari.

Pemandian itu sebelah pesawahan, sebelah lagi pepohonan yang cukup rindang. Aku datang dari area pepohonan karena itu yang paling dekat dengan rumah.

Memang sudah biasa melihat dulu dari kejauhan, tapi biasanya aku pergi dulu ke pesawahan agar hanya bisa melihat bagian belakang jika ada yang mandi. Apakah ada orang atau tidak? Kalau orang itu sedang mandi, aku menunggu dari jauh hingga ia selesai.

Kalau orang itu sedang mencuci atau mengambil air juga, aku suka ikutan mengambil air.

Ku lihat dari balik semak-semak di bawah pohon rindang. Betapa terkejutnya karena ada seorang cewek cantik sedang asik mandi.

Ia seorang penyiar radio yang masih muda dan belum nikah. Umurnya mungkin kurang dari 23 tahun.

Sebagai laki-laki normal, walaupun tidak niat ngintip, aku sejenak menikmati memandang tubuh moleknya.

Bukit kembarnya yang kecil mungil berayun-ayun seiring tangan yang sedang menyabuni tubuhnya yang berkulit putih kekuning-kuningan.

Untung saja, martabaknya terjepit rapi dengan kedua paha putih mulusnya.

Aku segera pergi...

Tips buat cewek yang terpaksa di ruang terbuka:
Buatlah dinding di depan kita dengan kain handuk, baju atau kain lain. Lebih baik berkorban bokong seksi dilihat orang daripada martabak ke mana mana. Ada juga yang mandi menggunakan pakaian dalam atau sarung walaupun cukup ribet.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar